Rabu, 18 April 2012

Pakar


Pada suatu malam di mana bulan masih sendiri dan berstatus lajang sibuk dengan aktivitasnya sendiri.
Gue bersama rekan gue yaitu si rian (a’ak keyen) adalah dua orang musafir handal dan telah mendapat surat izin wisuda.
Rekan gue atau partner gue satu ini bukan lah sembarang rekan! Dia bukanlah orang biasa tapi dia adalah rekan yang handal dan pakar dalam bidangnya.
Dia adalah seorang pakar kentut yang sukses dan disiplin. Dia dapat merasakan aura berbeda dengan cepat setelah gue kentut. Jarak tempuh penciuman kentutnya kira-kira bisa mencapai kejauhan 10m sama dengan jarak pandang bluetooth pada umumnya.
Hingga suatu saat, gue dan rekan gue satu ini di beri tugas dari atasan untuk mengambil suatu barang dari rumah seseorang. Maka dengan berat hati dan rendah diri kamipun melaksanakan tugas tersebut. Dan di sinilah awal rekan gue ini mendapat gelar tinggi tersebut. (PAKAR)
Dalam perjalanan kami banyak menemui berbagai hal aneh dan mengejutkan seperti para ABG(angkatan buyut gue) yang reonian, yang sedang galau, menunggu seseorang dengan gaya bibir dimonyongin, muka sok imut dan tangan dipipi.  -_-‘’
Tiba di suatu perumahan kami pun sibuk mencari rumah yang di tuju tersebut sampai suatu saat rekan gue menunjuk ke salah satu rumah di komplek tersebut.
“di situ tu rumahnya!” kata rekan gue. Gue pun langsung menurutinya dan menuju ke rumah tersebut.
Tiba sampai di halaman rumah tersebut gue agak kurang yakin dan curiga dengan ni anak. Masalahnya dia kagak turun-turun dari motor. Karna penasaran gue pun bertanya “oi lu yakin ni rumahnya?” terus dia malah menjawab enteng dengan nada datar “ngak, rumah yang sebenarnya masih jauh di sana” mendengar kata itu muka gue langsung berubah datar dan seakan akan angin ikut mengeluh.
Suasana menjadi ribut tak karuan karna aku kesal di buatnya. Kegaduhan pun tak terelakan kami berdua saling menyalahkan entah apa yang salah gue juga bingung. Numun karna kegaduhan itu, orang yang punya rumah pun berteriak dari dalam “WOII!! Siapa tu! Berisik Banget!” mendengar itu kami berdua langsung cemas dan panik, gue yang ngak tau harus bilang apa cuman bisa bilang
 “e..ni kuciiingg”

“kucing? Mana ada kucing bisa ngomong??
Selanjutnya gue bingung harus jawab apa, gue hanya bisa mengalah dan menjawab.

“Tikus deh tikus”

“oh tikus. Oke deh.
*Akhirnya si pemilik rumah langsung kembali tidur.
Selesai itu kamipun melanjutkan untuk pergi ke rumah yang sebenarnya. Tiba di depan rumah yang sebenarnya kami pun bergegas masuk ke halamanya dan memencet bel rumah sambil berteriak “Haloo.. permisi.. apakah ada orang di rumah?’’ sesaat kemudian orang rumah pun menjawab “iya siapa?”.
mendengar itu kami pun bingung dan mencoba berdiskusi sebentar untuk menentukan siapa sebenarnya kami. Rekan gue memberi saran yaitu Spiderman. Tapi gue kurang setuju dan memberi saran lain yaitu Power Rangger. Namun karna waktu semakin sempit kami pun sepakat untuk menjawab “Service AC pak!” orang rumah menjawab “kami tidak punya AC” sial jawaban kami di tepis, namun kami tidak menyerah dan kembali bilang “Apotek keliling pak!” namun orang rumah menjawab kembali dengan lantang “tidak ada yang sakit” lagi lagi perkataan kami di tepis oleh pemilik rumah. Kami yang hanya tinggal satu lagi kesempatan untuk menjawab hanya bisa mengalah dan pasrah dan bilang “Service payung deh..”  namun akhirnya si pemilik rumah mebuka pintu dan berkata “oh ya udah masuk saja’’ mendengar kata itu gue merasa senang karna akhirnya jawaban kami benar namun raut muka senang tidak tampak pada rekan gue yang satu ini dia biasa-bisa saja tak ada perasaan senang sedikit pun malah dia nyelonong masuk ke dalam rumah tersebut tampa pamrih. Tapi gue mencoba untuk bertahan sebentar di luar karna gue merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan diri gue sendiri.
Beberapa saat rekan gue keluar dan bilang dengan gue “masuk lah ngapain lu di luar?” gue menjawab “ya entar aja tanggung” namun dia tidak langsung pergi, dia malah menatap gue. Pandanganya seolah serius,misteriu,radius, dan terus terang terang terus. Lalu dengan lambat tapi pasti dia mengucapkan sebuah kalimat yang menggemparkan yaitu “lu kentut ye”. Sumpah gue kaget bener saat kebenaran yang berusaha gue sembunyikan akhirnya terunggkap.
Maka dari kejadian itulah rekan gue sah  mendapat julukan dan gelar masternya yaitu PK (Pakar Kentut)
Singkat cerita akhirnya si pemilik rumah kenal dengan wajah kami dan memberikan kepada kami barang yang di maksud.

THE END tapi To Be Continue



Tidak ada komentar:

Posting Komentar