Rabu, 18 April 2012

Razia Mamang


Kisah gue kali ini berawal ketika dulu rambut gue masih gondrong. Bukan cuman gue aja sih tapi si rekan gue juga, lu tau kan siapa! ngak perlu kan gue sebutin lagi!
Awalnya sebelum masuk sekolah gue bersama rekan gue satu itu berniat untuk potong rambut, namun karna waktu itu kalender pangkas rambut berwarna merah untuk memperingati hari bebas para pemotong rambut maka kami berdua tidak jadi untuk memotong rambut kami.
Tiba keesokan harinya waktu masuk sekolah kami tak tau harus merubah penampilan kami seperti, kami sudah mecoba berbagai macam cara agar rambut kami tidak terlihat gondrong. Berbagai cara telah kami coba seperti memakai jilbab, kerudung, mukenah, serta kebaya pun tak luput jadi bahan percobaan kami. Namun apa boleh buat kami pun mencoba tegar,iklas,sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan berat ini.
Dalam perjalanan ke sekolah, perasaan kami sudah banyak di hantui oleh berbagai hal-hal aneh yang akan terjadi. Kami membayangkan apakah para guru akan menjadikan kami sebagai target eksekusi selanjutnya ataukah hanya menjadi bahan taruhan dalam perayaan bapak-bapak majelis taklim?
kami tak tau itu, yang jelas perasaan was-was kami tak henti-hentinya mengganggu.
Tiba di depan sekolah kami sudah melihat kalau para guru sudah berbaris di depan gerbang untuk menyambut para muridnya. Dengan penuh ketegasan hati dan tekad segi tiga kami melangkah ke depan dengan bangga untuk mempersembahakan ketulusan hati yang kokoh. Sampai di depan guru kami dengan sigap menyalaminya dan bergegas untuk berpamitan pulang. Namun aksi ricuh kami ketahuan oleh para ulama setempat.
Akhirnya kami di seret ke meja hijau untuk di adili. Aksi kami di katakan telah melakukan porno aksi karena memang saat itu kami sedang memakai rok mini ketat.tak diragukan karna paha kami yang mulus akhirnya tertangkap oleh media masa setempat yang memang saat itu sedang melakukan sebuah aksi revolusi. Selesai sidang kasus, kami pun di alihkan ke bagian rawat inap.
Selama di sekolah kami pun terus menjadi WANTED! Foto dan gambar wajah kami tertempel di mana-mana dengan harga goceng! Namun kami tidak sendirian temen kami Heru ternyata juga tak luput menjadi incaran masa, dengan harga yang lebih mahal dari kami, sekitar goceng setengah lah! (5500) #bedatipis.
Namun anehnya temen gue yang satu itu hebat banget ngilangnya. Entah bagaimana dan dengan cara apa dia bisa berfotosintetis secara lancar dengan warga sekitar. Sedikit mengintip dari dari tempat persembunyian gue ngeliat mereka para tentara guru sepertinya sedang bersiap dan berjaga-jaga di setiap sudut. Mereka semua bersenjatakan gunting yang lengkap dengan amunisi, peluru cadangan serta pakaian arrmor dan lengkap denga baju anti peluru! Benar benar pemandangan yang edan! Dunia semakin menggila bung! -_-“ (apa pada ngak waras tu ya?)
Beberapa jam menunggu bel pulang pun akhirnya berbunyi. Kesempatan melewati para penjaga yang lengahpun tak kami sia-siakan begitu saja. Maka dengan cepat kami pun berlari menuju gerbang dan berusaha keluar. Dengan kesungguhan dan niat pasti akhirnya perjuangan kami tidak sia-sia. Kami berdua berhasil keluar dari sekolah tersebut namun sepertinya salah satu tentara guru mengetahuinya! Maka kami berdua pun bergegas berlari secepat munggkin dari mereka untuk menuju ke rumah.
Setiba di rumah, gue pun langsung mencoba untuk menenangkan diri dengan meditasi sejenak. Dalam meditasi gue mendapat wangsit kalo ada sms di hp gue, maka dengan cepat gue lihat hp gue dan ternyata benar! Ada sebuah pesan masuk di hp gue. Pesan itu dari temen gue namanya dede atau tepatnya mamanggg choral!
Dalam pesan itu berisi pesan! Ya tapi itu memang pesan dan isinya pesan. AHHHH.... Ribet!
isi pesan tersebut adalah sebuah ajakan buat gue dan rekan gue untuk ikutan joging men!!!
Ya kami pun menyetujui ajakan itu namun tetap dengan perasaan cemas dan tetap jaga-jaga. Kami takut kalau saja para tentara itu masih mengejarkami. Tapi setelah di lihat-lihat sepertinya keadaan sudah aman terkendali.
Tiba menjelang sore gue dan rekan gue bergegas menuju rumah si batu choral tersebut. Dengan tetap berjaga-jaga akhirnya kami sampai juga ke rumahnya.
 Sambil menunggunya bersiap, gue dan rekan gue bersiap mengambil ancang-ancang serta tak lupa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Tapi nampaknya pemanasan yang di lakukan rekan gue satu ini terlalu extrem! Mana ngak extrem kalo pemanasanya adalah mengajak berdansa orang tua si choral. Itu sudah keterlaluan bung! -_-
Setelah persiapan selesai kami pun joging bersama. Perjalan jauhpun kami tempuh bersama! Segala rintangan kami lewati. Saat itu kami merasa benar-benar sangat bersemangat. Kami berlari dengan kencang hingga tiba-tiba dari kejauhan, sesosok mamang penjual pangsit muncul di depan kami.
Awalnya keadaan terasa biasa saja sampai suatu ketika bulu kuduk kami merinding dan perasaan kami tak nyaman. Dengan penasaran kami mencoba untuk melihat ke belakang dan ternyata benar apa yang selama ini kami takutkan terjadi. Terliahat kerumunan ramai berlari ke arah kami dengan membawa gunting! Dengan spontan kami pun berlari sekuat tenaga dan berteriak dengan kencang “RAZIA!!!!!” kami berlari sekuat tenaga, mamang pangsit pun tak luput dari amukan masa! Dengan gesit mamang pangsit yang berambut botak di depan kami juga ikut berlari! Tak mau kalah gue mencoba menyusul mamang tersebut. Saling susul menyusulpun terjadi, tak diragukan semua mata tertuju padanya. Di belakang para guru tentara masih mengejar kami!
Dalam hati gue berpikir! Separah ini kah kejadiaan yang harus kami alami kalau belum potong rambut! Hingga mamang tukang pangsit pun harus rela ikut serta dalam adegan panas ini! -__-“

Finis..... but no finis!  

Pakar


Pada suatu malam di mana bulan masih sendiri dan berstatus lajang sibuk dengan aktivitasnya sendiri.
Gue bersama rekan gue yaitu si rian (a’ak keyen) adalah dua orang musafir handal dan telah mendapat surat izin wisuda.
Rekan gue atau partner gue satu ini bukan lah sembarang rekan! Dia bukanlah orang biasa tapi dia adalah rekan yang handal dan pakar dalam bidangnya.
Dia adalah seorang pakar kentut yang sukses dan disiplin. Dia dapat merasakan aura berbeda dengan cepat setelah gue kentut. Jarak tempuh penciuman kentutnya kira-kira bisa mencapai kejauhan 10m sama dengan jarak pandang bluetooth pada umumnya.
Hingga suatu saat, gue dan rekan gue satu ini di beri tugas dari atasan untuk mengambil suatu barang dari rumah seseorang. Maka dengan berat hati dan rendah diri kamipun melaksanakan tugas tersebut. Dan di sinilah awal rekan gue ini mendapat gelar tinggi tersebut. (PAKAR)
Dalam perjalanan kami banyak menemui berbagai hal aneh dan mengejutkan seperti para ABG(angkatan buyut gue) yang reonian, yang sedang galau, menunggu seseorang dengan gaya bibir dimonyongin, muka sok imut dan tangan dipipi.  -_-‘’
Tiba di suatu perumahan kami pun sibuk mencari rumah yang di tuju tersebut sampai suatu saat rekan gue menunjuk ke salah satu rumah di komplek tersebut.
“di situ tu rumahnya!” kata rekan gue. Gue pun langsung menurutinya dan menuju ke rumah tersebut.
Tiba sampai di halaman rumah tersebut gue agak kurang yakin dan curiga dengan ni anak. Masalahnya dia kagak turun-turun dari motor. Karna penasaran gue pun bertanya “oi lu yakin ni rumahnya?” terus dia malah menjawab enteng dengan nada datar “ngak, rumah yang sebenarnya masih jauh di sana” mendengar kata itu muka gue langsung berubah datar dan seakan akan angin ikut mengeluh.
Suasana menjadi ribut tak karuan karna aku kesal di buatnya. Kegaduhan pun tak terelakan kami berdua saling menyalahkan entah apa yang salah gue juga bingung. Numun karna kegaduhan itu, orang yang punya rumah pun berteriak dari dalam “WOII!! Siapa tu! Berisik Banget!” mendengar itu kami berdua langsung cemas dan panik, gue yang ngak tau harus bilang apa cuman bisa bilang
 “e..ni kuciiingg”

“kucing? Mana ada kucing bisa ngomong??
Selanjutnya gue bingung harus jawab apa, gue hanya bisa mengalah dan menjawab.

“Tikus deh tikus”

“oh tikus. Oke deh.
*Akhirnya si pemilik rumah langsung kembali tidur.
Selesai itu kamipun melanjutkan untuk pergi ke rumah yang sebenarnya. Tiba di depan rumah yang sebenarnya kami pun bergegas masuk ke halamanya dan memencet bel rumah sambil berteriak “Haloo.. permisi.. apakah ada orang di rumah?’’ sesaat kemudian orang rumah pun menjawab “iya siapa?”.
mendengar itu kami pun bingung dan mencoba berdiskusi sebentar untuk menentukan siapa sebenarnya kami. Rekan gue memberi saran yaitu Spiderman. Tapi gue kurang setuju dan memberi saran lain yaitu Power Rangger. Namun karna waktu semakin sempit kami pun sepakat untuk menjawab “Service AC pak!” orang rumah menjawab “kami tidak punya AC” sial jawaban kami di tepis, namun kami tidak menyerah dan kembali bilang “Apotek keliling pak!” namun orang rumah menjawab kembali dengan lantang “tidak ada yang sakit” lagi lagi perkataan kami di tepis oleh pemilik rumah. Kami yang hanya tinggal satu lagi kesempatan untuk menjawab hanya bisa mengalah dan pasrah dan bilang “Service payung deh..”  namun akhirnya si pemilik rumah mebuka pintu dan berkata “oh ya udah masuk saja’’ mendengar kata itu gue merasa senang karna akhirnya jawaban kami benar namun raut muka senang tidak tampak pada rekan gue yang satu ini dia biasa-bisa saja tak ada perasaan senang sedikit pun malah dia nyelonong masuk ke dalam rumah tersebut tampa pamrih. Tapi gue mencoba untuk bertahan sebentar di luar karna gue merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan diri gue sendiri.
Beberapa saat rekan gue keluar dan bilang dengan gue “masuk lah ngapain lu di luar?” gue menjawab “ya entar aja tanggung” namun dia tidak langsung pergi, dia malah menatap gue. Pandanganya seolah serius,misteriu,radius, dan terus terang terang terus. Lalu dengan lambat tapi pasti dia mengucapkan sebuah kalimat yang menggemparkan yaitu “lu kentut ye”. Sumpah gue kaget bener saat kebenaran yang berusaha gue sembunyikan akhirnya terunggkap.
Maka dari kejadian itulah rekan gue sah  mendapat julukan dan gelar masternya yaitu PK (Pakar Kentut)
Singkat cerita akhirnya si pemilik rumah kenal dengan wajah kami dan memberikan kepada kami barang yang di maksud.

THE END tapi To Be Continue



Senin, 16 April 2012

Buku Mulung


   Pada suatu waktu ada seorang anak bernama Light dengan watak yang pintar melihat seorang bapak-bapak pemulung yang sedang memulung, akan tetapi ada salah satu barang dari pemulung tersebut yang terjatuh.

Pemulung : Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik . . . bla . . .bla.
                   Kurang ajar barang disini semuanya tidak beguna. Uhh . . (ada buku yang terjatuh)

*Tak lama kemudian Light pun lewat, melihat sebuah buku dijalan dan dia mengambilnya

Light: Hah ?
          Apa ini, buku yang aneh?
          Apakah ini Death Note? Atau majalah PlayBoy (tertawa setan).

*Dia pun membawa pulang buku tersebut dan merenung melihat buku itu.

          Light: Buku ini, . . .hmm . . .apakah buku ini buku Death Note seperti di Film-Film.
          Kalau ini benar ,hah gue sudah tahu semua cara menggunakannya semua peraturan
          Dan bertemu dengan dewa kematian .
          Ha..Hahaha. . .

*Setelah beberapa saat Light pun ingin mencoba buku tersebut dan menyalkan televisi, dia terkejut bahwa di acara TV tersebut ada pembunuh kejam yang telah membunuh 8 ekor ayam secara kejam.

                             Pembawa Acara: Hai ketemu lagi dengan gue Jeremi Teti di acara Dorce Show !!
                                               Disini telah ada bintang tamu kita yang telah membunuh 8 ekor ayam.

Pemunuh: Hallo ..?
                   Mak gue masuk TV !

                             Pembawa Acara: Haha, tadi salam-salam sama mak kamu ya ? emang mak kamu dimana Sekarang?

Pembunuh: Di alam kubur.

Pembawa Acara : O, nama bapak siapa ?

Pembunuh: Gue M.Novyan Gerry Gox’s. salam kenal

*Sementara dikamar Light, dia ingin memcoba menggunakan bukunya;

Light: Hahaha, gue sudah mendapatkan namanya, gue harus mencoba buku ini

*Light pun menulis nama pembunuh tersebut. Tiba-tiba di dalam studio acara Dorce Show tadi ,pembunuh itu terjatuh sambil memegang anunya dan tiba-tiba mati.

                             Pembawa acara: BAPAKKK!!!! Bapak kenapa? Kenapa bapak kenapa? Oh bapak kenapa oh kenapa bapak?

Pembunuh: ARGHH…..Akhhh…..aaaanu gue …..sakit… aaaaakkkk… (mati)

                             Pembawa acara: Bapak kenapa? Kenapa    bapak kenapa? Oh bapak kenapa oh kenapa bapak? Bapak kenapa bapak bapak…bapak bapak kenapa????!!!!!

Pembunuh: Gue mati bodoh.

Sementara di kamar Light
          Light: ternyata benar apa yang selama ini gue pikirkan ternyata buku ini adalah Death Note ! Hahahaha.......

Tiba-tiba Light pun merinding

Light: Perasaan ini ?
                 Apakah ini tanda-tanda kedatangan dewa kematian, ryuk-ryuk . . .
          Jadi kau datang juga dewa kematian, gue telah lama menunggumu !
                 Sekarang kau harus membantuku dalam pembunuhan ini !! (sambil menoleh
       Kebelakang)

Tukang Pizza: Kau bicara apa ?
                   Gue tukang Pizza bodoh

          Light: Ooh. . .Ee kapan gue pesan Pizza ya. Yaudah ini uangnnya sekarang pegi sana.

                          Tukang Pizza: TIDAK MAU!!! (berbicara tegas)

Light: Apa maksudmu tidak mau ?
          Apakah dia tahu rencana gue (berbicara dalam hati)

Tukan Pizza:  Uangmu kurang bodoh!!
                        BBM naik Pizza pun naik, apakah kau tidak dengar berita, Pemerintah Daerah telah
                        Menaikkan BBM bodoh, ganteng-ganteng bodoh !

Light: Ooh.
                 Yaudah maaf ini uangnya lagi, sudah pergi sana huss...huss.. ! (mengusirnya dengan sapu lidi)

                        Tukang Pizza: Gitu dong, gue pergi ya! (jitak kepala dulu)

*Ternyata sebelum tukang Pizza pergi Light pun telah melihat tanda pengenal orang tersebut.

Light: Dasar tukang Pizza sialan !
                   Tidak tau diuntung, untung aja tau tidak tau, untung aja tau tidak, akan kebnuh kau (sambil menulis di Death
         Note)

*Tak lama kemudian tukang Pizza tiba-tiba terkena serangan jantung dan mati seketika.

Tukang Pizza: Argghh. Gue mati
                   Yess! Gue mati . . . Hore . . .
                   H. . .O. . .R. . .E
                                      Gue mati hidup SBY gue mati hidup gue mati hore.

*Tiba-tiba ada sebuah bel pintu dari rumah Light yang tak berhenti-henti berbunyi.

            Light : Resek banget tu orang, biar gue kasih pelajaran

*Light pun pergi kedepan dengan membawa stik Baseball, diapun membuka pintu dan langsung memukul pintu dan langsung memukul orang yang memencet bel tadi.

DRRRUUUAKKK……!!!!!

Dewa Kematian: Apa yang kau lakukan!!

          Light: Siapa kau dari tadi memencet bel rumah !

                             Dewa Kematian: Gue dewa kematianmu bodoh !

Light: Kau bukan dewa kematian

Dewa Kematian: Gue dewa kematian !

Light: Kau bukan dewa kematian

Dewa Kematian: Gue dewa kematian !

Light: Kau bukan dewa kematian

Dewa Kematian: Gue dewa kematian !

*Dan kejadian itu terjadi berulang-ulang.....

          Light: Ahhh…Ahhh… Gue capek, Jadi kau dewa kematian

                                    Dewa Kematian: Bukan, gue Dewa19! yailah bodoh! gua Dewa Kematian

Light: Lalu gue siapa ?

*Setelah adegan tersebut terjadilah keheningan beberapa saat ,,

Light: Ayo kita bekerja sama!

Dewa Kematian: OK

*Setelah beberapa waktu berlalu banyak para kriminal mati dengan sebab tidak diketahui karena matinya aneh-aneh. Polisi pun tidak dapat mengungkapkan kematian mereka namun akhirnya munculah seorang sosok detektif beranama L.

                        Para Polisi: L, dalam kasus ini kami tidak dapat mengungkapkan dan menyerahkan hal ini Kepadamu L.

     L: Jadi begitu, gue tidak suka dengan hal ini, apalagi rasanya pahit. Dari informasi yang Kulihat rasanya manis .

Polisi: Apa yang kau bicarakan L ?

     L: yang kau maksud produk es krim baru ini kan ?

     Polisi: Bukan bodoh pabrik itu sudah lama tutup 2 tahun yang lalu dan namanya sudah
          Diganti menjadi pabrik alat kontrasepsi ABC mantap terasa terasa mantap.

L: Ohh . . .
       Oke gue akan menyelidikinya . . .

     Polisi: Emang apa yang akan  kau selidiki L?

*Sekali lagi terjadi keheningan dalam adegan ini....

*Keesokan harinya di sekolah Light berencana untuk membikin rencana yaitu *memacari seorang cewek agar dapat di manfaatkan.

Light: Hai kau cewek

Cewek: Apa ... ?

Light: Kamu mau nggak ...

Cewek: Apa ...?

*Mata kami saling bertemu . . .

Light: Kamu mau nggak jadi pacarku ?

Cewek: Dia senyum dan menatap..

     Light: Senyum dan terus menatap dan menunggu jawaban..

Cewek: (dia mulai bicara
                   Dan dia bilang) “ NAJIS LOE”

*Perasaan Light langsung hancur berkeping-keping, namun Light tidak menyerah dia mencoba berusaha sekali lagi ,dan menggombali cewek itu dengan kata-katanya.

Cewek: ( mau pergi meninggalkan Light.)

Light: Tunggu ,gue mau bilang sesuatu
Cewek: Apa ?

Light: Papa kamu,papanya kamu ya ?

Cewek: Kenapa? Kok tau?

     Light: Karena papanya kamu papanya di hatiku.

*Mendengar kata-kata itu cewek itu langsung terharu,menangis, bergetar, serta kesurupan, dan berniat menerima cinta light...

Cewek: Ok Light kita pacaran

Light: Ok ya, kita pacaran, Oh ya nama
              kamu siapa?

Cewek: Nama gue Mika .

Light: O

Cewek: Y

Light: Oiya, gue mau bilang lagi.

Mika: Apa...?

Light: Batagor kamu bagus yaa….

Mika: Makasih

*Dan akhirnya Light menjelaskan semuanya dan mereka bekerja sama untuk melakukan pembunuhan secara bersama-sama.
*Tapi itu semua tercium oleh L. Dan pada suatu waktu Light dan Mika bertemu dengan L.

L: Hey kalian...

Light: Hey juga. Apa ?

L:Apa kabar? Sudah lama tak berjumpa ya..

Light: Kabarku baik, kamu bagaimana?

L: Gue sedikit resah...

Light: Kenapa ?

L: Sudah 2 hari gue ngak BAB

Light: Makanya kuliah BSI aja..

L: Sudah cukup main-mainnya

Light: Emang kita tadi main apa?

*Satu lagi terjadi keheningan...
*Dan datanglah Mika

Mika: Hey kalian

Light: Hey Mika sayang... J

Mika: iya…

L: Mika ...

     Mika: Apa? (dengan gaya Afika di iklan Oreo)

L: Maafin Marwan ya..

Mika: !?#!!@. . ,+ ?:/!

Light: Cukup main-mainya !

     L: Heh,OK, gue sudah punya bukti lho

Light dan Mika menjawab: Apa ... ?

L: Untuk menangkap lho Light !

Light: Hahaha, Apa buktinya ?

     L: Hehehehe, bakwan buatan Bude ini adalah buktinya.!

Light: Apa?! Maksudmu?

     L: Hahaha, bakwan ini adalah bakwan kantin SMA ***** milik bude kantin kan!!!

     Light: Tidak mungkin ! Bagaimana mungkin dia mengetahuinya (dalam hati)
          Jadi bagaimana kau akan menangkapku?

     L: Adegan menangkap akan tampil di adegan 5031.

Light: Jadi ?

L: Kau kira !

Light: O M G

TAMAT -_-“


*Terinspirasi dari Cerita Death Note.

NB: bagi yang ngak paham tolong jangan terlau di pikirkan.